
Produktivitas Perusahaan Turun 1,5% karena FacebookProduktivitas Perusahaan Turun 1,5% karena Facebook ![]() Situs-situs jejaring sosial di internet semisal Facebook bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi bisa membantu "networking" untuk kepentingan kerja. Namun, di sisi lain, ternyata bisa mengganggu pekerjaan dan akibatnya menurunkan produktivitas perusahaan. Studi terbaru Nucleus Research menemukan, hampir separuh pekerja kantoran di Amerika Serikat (AS) membuka Facebook pada jam kerja. Hasil riset itu juga menemukan menurunnya total produktivitas perusahaan rata-rata 1,5% akibat diperbolehkannya karyawan mengakses Facebook pada jam kerja. Situs jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook telah menyita banyak perhatian orang. Untuk mengetahui dampak penggunaan situs jejaring sosial terssebut, Nucleus mewawancarai 237 pekerja kantoran di AS secara random tentang penggunaan Facebook mereka. Hasilnya, penggunaan Facebook telah demikian mendominasi karyawan di AS dengan 77% karyawan memiliki akun Facebook. Dari 77% tersebut, 2/3 di antaranya mengakses Facebook pada jam kerja. Mereka yang membuka Facebook pada jam kerja melakukannya selama rata-rata 15 menit setiap hari. Penemuan ini seolah membenarkan dugaan banyak orang bahwa penggunaan Facebook hanya membuang waktu saja, karena kenyataannya, 87% dari mereka yang aktif menggunakan Facebook tidak dapat menyebutkan relevansinya dengan pekerjaan mereka. Lebih dari itu, dari mereka yang mengakses Facebook pada jam kerja, 6% tidak pernah membuka Facebook pada saat yang lain dan di tempat lain selain di kantor. Ini menunjukkan, satu dari 33 pekerja membangun keseluruhan profil Facebook mereka pada jam kerja. Hal yang menarik, di antara 13% yang memiliki alasan bisnis dalam menyibukkan diri dengan Facebook, sebagian besar tidak menggunakannya untuk networking pribadi, tapi untuk mempromosikan bisnis, produk, acara, atau fan site kepada pengguna Facebook --dan Facebook hanya salah satu komponen dari seluruh strategi marketing. Tidak satu pun dari mereka membandingkan efektivitas Facebook dengan strategi marketing yang lain. Jadi, tidak jelas apakah usaha mereka di Facebook membuahkan hasil positif. Dengan 61% karyawan mengakses Facebook pada jam kerja dan rata-rata menghabiskan 15 menit setiap hari, Nucleus memperkirakan menurunnya produktivitas perusahaan sebesar 1,5%. Sebagai kesimpulannya, Nucleus menyarankan perusahaan sebaiknya mengevaluasi kebijakan Facebook mereka dan cost yang ditimbulkan jika perusahaan memperbolehkan akses ke Facebook pada jam kerja. portalhr.com Maslow Theory![]() Level I: The first level of self-actualization has to do with meeting your basic survival needs — air, water, food, and sleep. At this level, happiness is more about having something to eat than it is about tender, loving care. Level II: The second level of self-actualization has to do with safety and can include everything from a safe neighborhood to a financial safety net that comes from having a supportive family or by working hard to put aside money for your retirement years. Level III: The next level involves a sense of belonging — that is, feeling loved and needed by others. Level IV: The fourth level has to do with self-esteem. Do you feel like you’re respected and appreciated by others? Do you like and respect yourself? Level V: The final level Maslow calls self-actualization. In essence, you’re there, you’ve arrived, you’ve reached your full potential, and you are your happiest, most unique, most creative self. Classic examples of selfactualized people include Thomas Jefferson, Florence Nightingale, Albert Schweitzer, Albert Einstein, Eleanor Roosevelt, and Mother Teresa. Jangan Sembarangan minum AntibiotikJangan Sembarangan Minum Antibiotik![]() (Foto: Indofarma) Hal ini tentunya tidak benar dan justru merugikan pasien itu sendiri. Karena antibiotik termasuk kelompok obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter dan diawasi penggunaannya oleh dokter. Antibiotik ialah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Antibiotik digunakan untuk mengatasi penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, misalnya infeksi saluran nafas, infeksi saluran kemih, infeksi tulang, infeksi kulit dan kelamin dan lainnya. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini jenis antibiotika sudah sangat beragam, misalnya antibiotik beta-lactam, termasuk didalamnya antibitik sejuta umat Amoxicillin, Ampicillin, Sefalosporin. Antibitik aminoglikosida, antibiotik kloramfenikol, antibiotik makrolida, antibiotik quinolon, antibiotik tetrasiklin dan sebagainya. Pilihan antibiotik apa yang tepat dengan penyakit pasien, tentunya harus berdasarkan diagnosa yang tepat dari dokter, sehingga dengan tepat diagnosa maka tepat pula pilihan antibiotiknya. Jadi jangan asal meminum antibiotik tanpa resep dokter, akibatnya dapat terjadi risiko efek samping obat, alergi obat dan risiko resistensi antibiotik. Salah satu bahaya jika meminum antibiotik sembarangan adalah resistensi antibiotik. Artinya antibiotik tidak mempan lagi digunakan untuk mengatasi infeksi. Contohnya begini, jika dulu minum amoksisilin bisa digunakan untuk mengatasi infeksi saluran pernafasan, jika terjadi resistensi, maka sekarang amoksisilin tidak dapat mengatasi infeksi saluran pernafasan. Resistensi antibiotik dapat terjadi jika:
Masih banyak pasien yang gengsi untuk menggunakan antibiotik generik karena dikhawatirkan kualitasnya lebih rendah. Untuk menjawab kekhawatiran pasien mengenai obat generik khususnya antibiotik, maka PT Indofarma Tbk, sebagai salah satu produsen utama obat generik di Indonesia, selalu mengawasi ketat setiap kualitas obat generik yang diproduksi. Yakni dengan menggunakan standar bahan baku dan produk jadi berdasarkan farmakope Indonesia ataupun farmakope Amerika (United State of Pharmacopeia) edisi terbaru. Rangkaian produk antibiotik PT Indofarma saat ini mencapai 50 item produk dan terdiri dari beberapa kelompok antibitik yang disebut diatas. Jadi jika ingin sehat tapi hemat gunakan antibiotik generik Indofarma dan pastikan Anda meminum antibiotik sesuai dengan aturan pakai dari dokter. |
||
|
||
|
|
||
Pohon Bisnis! Selamat Datang , Website ini diciptakan buat anda yang ingin saling bertukar informasi atau bahkan mencari informasi tentang Ilmu mencari UANG lewat internet. Akhir-akhir ini banyak sekali program Bisnis Online, bahkan keberadaanya sekarang di Indonesia mendapat tempat yang positif di Masyarakat. Oleh Sebab itu kami bermaksud untuk memperkaya ilmu dan wawasan anda tentang Bisnis Online ini. Uniknya di website ini, anda bisa POSTING pengalaman, pertanyaan, dan Saran mengenai Bisnis Online. Atau bahkan gilanya lagi anda juga bisa jualan GRATIS di program POSTING ini, tentunya anda diwajibkan Daftar Sebagai MEMBER sebelum melakukan POSTING. Ayo tunggu apalagi, kami tunggu kehadiran anda memberikan KONTRIBUSIi agar kedepannya Website ini bisa menjadikan Ladang Ilmu bagi kita semua. VISI : BIARKAN UANG BEKERJA MISI: Mencerdaskan Masyarakat Indonesia untuk Mengenal Internet ke hal yang positif Terimaksih / Administrator
This Web site is powered by PohonBisnis! The software and default templates on which it runs are Copyright 2005-2008 Open Source Matters. The sample content distributed with PohonBisnis! is licensed under the PohonBisnis! Electronic Documentation License. All data entered into this Web site and templates added after installation, are copyrighted by their respective copyright owners. If you want to distribute, copy, or modify PohonBisnis!, you are welcome to do so under the terms of the GNU General Public License. If you are unfamiliar with this license, you might want to read 'How To Apply These Terms To Your Program' and the 'GNU General Public License FAQ'. The PohonBisnis! licence has always been GPL.
|